Graha Raya, Paku Jaya, Tangerang Selatan – Banten, Indonesia
Break-Even Point — Menghitung Titik Impas Usaha Anda
Beranda/Akuntansi & Keuangan / Break-Even Point — Menghitung Titik Impas Usaha Anda
Break-Even Point — Menghitung Titik Impas Usaha Anda

Menjalankan usaha bukan hanya soal laku atau tidak. Yang lebih penting adalah kapan penjualan mulai menutup seluruh biaya. Di titik itulah break-even point (BEP) terjadi. Idenya sederhana: kontribusi per unit (harga dikurangi biaya variabel per unit) harus cukup besar untuk menutup biaya tetap seperti gaji inti, sewa, dan internet, sementara biaya variabel seperti bahan dan kemasan bergerak mengikuti volume.

Bayangkan skenario dasar.
• Biaya tetap per bulan Rp15.000.000.
• Harga jual per unit Rp20.000.
• Biaya variabel per unit Rp12.000.
• Kontribusi per unit berarti Rp8.000.
• Titik impas tercapai ketika total kontribusi menyamai biaya tetap, sehingga BEP dalam unit = 15.000.000 ÷ 8.000 = 1.875 unit.
• Jika ingin melihatnya dalam rupiah, kalikan dengan harga jual, sehingga omzet impas ≈ 1.875 × 20.000 = Rp37.500.000.
• Di atas angka ini, setiap unit tambahan mulai menyumbang laba.
Sekarang bayangkan ada promosi.
• Diskon 10% menurunkan harga menjadi Rp18.000.
• Kontribusi per unit ikut turun menjadi Rp6.000.
• Otomatis BEP bergeser ke 15.000.000 ÷ 6.000 = 2.500 unit, dan omzet impas menjadi Rp45.000.000.
• Artinya, promo tetap boleh, asal ada rencana peningkatan volume atau pembatasan periode/kuota agar arus kas tetap sehat.
BEP juga berguna saat Anda menargetkan laba tertentu.
• Misalnya ingin laba Rp5.000.000 per bulan dengan angka biaya yang sama.
• Kebutuhan penjualan dalam unit menjadi (15.000.000 + 5.000.000) ÷ 8.000 = 2.500 unit.
• Dengan kata lain, rencana penjualan sebaiknya dipasang minimal di sana agar tujuan laba tercapai, bukan sekadar impas.
Ada satu ukuran yang membantu membaca “jarak aman” terhadap impas, yaitu margin of safety.
• Misalkan rencana penjualan 2.400 unit.
• Jarak aman = (2.400 − 1.875) ÷ 2.400 ≈ 21,9%.
• Semakin besar nilainya, semakin kuat bantalan jika volume turun.
Bagaimana jika produknya lebih dari satu?
• Gunakan kontribusi rata-rata tertimbang.
• Contoh cepat: produk A menyumbang 60% penjualan dengan harga 30.000 dan biaya variabel 18.000, sehingga kontribusi A = 12.000.
• Produk B menyumbang 40% dengan harga 20.000 dan biaya variabel 12.000, kontribusi B = 8.000.
• Rata-rata tertimbang menjadi (0,6 × 12.000) + (0,4 × 8.000) = 10.400.
• Jika biaya tetap total Rp20.800.000, BEP gabungan ≈ 20.800.000 ÷ 10.400 = 2.000 unit.
• Komposisinya mengikuti porsi penjualan, kira-kira 1.200 unit A dan 800 unit B.
Menghitungnya di Excel atau Google Sheets juga mudah.
• Buat kolom Harga, Biaya Variabel, Kontribusi (Harga − Biaya Variabel), serta Biaya Tetap bulanan.
• Gunakan rumus BEP unit = Biaya Tetap ÷ Kontribusi, BEP rupiah = BEP unit × Harga, dan untuk target laba gunakan (Biaya Tetap + Target Laba) ÷ Kontribusi.
• Ubah harga, biaya, atau diskon, dan Anda langsung melihat dampaknya tanpa menebak.

Penutup
BEP bukan sekadar rumus, melainkan alat bantu keputusan. Pakai sebelum menetapkan harga, menjalankan promo, menambah biaya tetap, atau menyusun target laba. Dengan satu lembar perhitungan yang rapi, Anda tahu berapa unit yang harus dijual, seberapa aman rencana Anda, dan kapan promosi bekerja untuk Anda—bukan melawan arus kas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top